Malam Sastra Reboan



Jakarta, PenaMudrika – Acara Sastra Reboan ini dipersembahkan oleh Pasar Malam yang bertempatan di Wapress ( Warung Apresiasi ), Bulungan, Jakarta Selatan. Acara yang bertemakan “Cinta Penuh Sastra” dimeriahkan dengan pembacaan puisi, musikalisasi puisi, dan juga bedah buku novel yang berjudul “Air Mata Topeng” yang ditulis oleh Mustari Irawan. Sastra Reboan ini juga dijadikan sebagai menjali silaturahmi bagi musisi jalanan dan juga dijadikan untuk reuni, acara ini berjalan lancar dari awal hingga akhir acara. Rabu (28/02).

Acara Sastra Reboan digelar di setiap hari Rabu tiap akhir bulan. Kali ini dimeriahkan dengan genjrengan Wapress dan Musikalisasi Doddy Odoy. Tentu saja tidak ketinggalan penampilan sederet penyair yang akan membacakan puisi-puisinya seperti Irawan Massie, Nia Amira, Emi Suy dan Edrida Pulungan. Acara ini dimulai pukul 18.30 WIB, pada hari rabu ini Sastra Reboan kedatangan tamu dari Azerbaijan. Tapi acara inti di Sastra Reboan ini adalah pembedahan buku novel yang berjudul “Air Mata Topeng”.

Di tengah acara Emi Suy membacakan salah satu puisi dari bukunya yang berjudul “Alarm Sunyi”. Perempuan yang bernama lengkap Emi Suyanti berumur 38 tahun, membuat penonton khususnya perempuan tertusuk karena dua bait puisi yang mewakili bukunya, yaitu “ perempuan harus bisa menjahit, setidaknya menjahit lukanya sendiri.” Maksud dari kalimat itu adalah perempuan harus bisa menghadapi keadaan apapun. Waktu itu saat sedang launching buku Emi Suy pernah dipeluk oleh seorang perempuan sambil menangis dan berkata bahwa puisi yang telah ditulis sangat sampai kepada dirinya.

Komentar